SIDOARJO – Menjelang akhir masa pendidikan di tingkat dasar, siswa-siswi kelas 6 MIN 2 Sidoarjo tidak hanya disibukkan dengan tumpukan buku dan latihan soal. Lebih dari itu, madrasah ini menerapkan strategi “Dua Jalur” dalam mempersiapkan kelulusan siswanya: jalur intelektual melalui simulasi ujian (Try Out) dan jalur spiritual melalui kegiatan Istighosah bersama.

Pada Kamis (16/04), suasana di lingkungan MIN 2 Sidoarjo tampak berbeda. Sejak pagi, para siswa terlihat fokus menatap layar gawai dan kertas ujian dalam agenda Try Out. Mengenakan seragam pramuka lengkap dengan hasduk merah-putih, para “pejuang ujian” ini berlatih memecahkan soal-soal sulit demi mengukur sejauh mana kesiapan mereka menghadapi ujian akhir.

Namun, kecerdasan otak saja dianggap tidak cukup. Seusai mengasah logika, seluruh siswa beserta jajaran guru berkumpul dalam kekhusyukan untuk melaksanakan Istighosah. Ruangan yang semula riuh dengan diskusi soal, seketika berubah menjadi tenang oleh lantunan zikir dan selawat.

Kepala MIN 2 Sidoarjo yakni Mashurin, S.Kom., M.Pd menyampaikan bahwa keseimbangan antara usaha (ikhtiar) dan doa adalah kunci utama karakter siswa madrasah. “Kita ingin anak-anak memahami bahwa nilai angka di kertas itu penting, namun rida Allah SWT adalah yang utama. Istighosah ini adalah momen untuk menenangkan jiwa sekaligus menguatkan mental mereka agar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara spiritual,” ujarnya.

Momen mengharukan terlihat saat para siswa bersujud bersama, melangitkan doa untuk kemudahan ujian serta keberkahan ilmu yang telah mereka dapatkan selama enam tahun menimba ilmu. Sinergi antara kerja keras di meja ujian dan ketulusan dalam doa ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *