SIDOARJO – Suasana khidmat menyelimuti serambi MIN 2 Sidoarjo pada Senin pagi (2/3). Di tengah sejuknya udara awal Maret, ratusan siswa dan tenaga pendidik berkumpul untuk mengikuti kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadhan yang rutin digelar. Kali ini, pesan menyentuh disampaikan oleh Bapak Katulis, S.Pd., yang membawakan materi mendalam tentang “4 Golongan Manusia yang Dirindukan Surga.”

Dalam tausiyahnya, Bapak Katulis mengajak seluruh warga madrasah untuk tidak sekadar menjalankan ibadah puasa sebagai rutinitas haus dan lapar, melainkan sebagai momentum transformasi diri.

Merujuk pada hadis Rasulullah SAW, Bapak Katulis memaparkan empat kriteria utama yang membuat pintu surga “tak sabar” menanti kehadiran hamba-Nya:

  1. Taalil Qur’an (Pembaca Al-Qur’an): Mereka yang lisannya senantiasa basah dengan ayat-ayat Allah, tidak hanya membaca namun juga berusaha memahami maknanya.
  2. Wa Haafidzhin Lilsaan (Penjaga Lisan): Orang yang mampu menahan diri dari ucapan yang menyakiti hati orang lain, menghindari ghibah, dan menjaga kejujuran.
  3. Wa Muth’imul Jii’aan (Pemberi Makan Orang Lapar): Sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi dan gemar berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.
  4. Wa Shoo’imiina fii Syahri Ramadhan (Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan): Mereka yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT.

“Anak-anakku sekalian, menjadi orang yang merindukan surga itu baik, namun menjadi orang yang dirindukan oleh surga adalah kemuliaan yang luar biasa,” ujar Bapak Katulis di hadapan para guru dan staff karyawan MIN 2 Sidoarjo yang menyimak dengan antusias.

Beliau menekankan bahwa poin ‘menjaga lisan’ dan ‘berbagi’ sangat relevan dipraktikkan di lingkungan sekolah. Menghargai teman dan guru adalah langkah awal untuk menjadi bagian dari golongan istimewa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *