
Sidoarjo — MIN 2 Sidoarjo pada Selasa, 6 Januari 2026, resmi memulai pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) pada pagi hari dengan menerapkan metode baru AT Tartil. Inovasi ini menjadi langkah strategis madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, siswa dikelompokkan berdasarkan jilid kemampuan BTQ, kemudian disatukan dalam satu kelas yang homogen. Sistem ini diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih fokus dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan terarah.
Perubahan jadwal ke pagi hari dilakukan dengan pertimbangan bahwa siswa masih dalam kondisi fresh dan siap menerima materi, mengingat BTQ merupakan pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ketelitian, dan pembiasaan yang berkelanjutan.
Sebagai salah satu program unggulan MIN 2 Sidoarjo, BTQ tidak hanya dipandang sebagai mata pelajaran semata, tetapi juga sebagai bekal utama siswa sepanjang hayat dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MIN 2 Sidoarjo, Mashurin, S.Kom., M.Pd, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini.
“Pembelajaran BTQ adalah fondasi penting bagi karakter dan spiritual siswa. Dengan metode AT Tartil dan waktu belajar pagi hari, kami berharap siswa dapat lebih mudah memahami, mencintai, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya hingga dewasa nanti,” tuturnya.
Dengan semangat inovasi dan komitmen bersama, MIN 2 Sidoarjo optimistis pembelajaran BTQ ke depan akan semakin berkualitas dan mampu mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

